Bengkulu(Jawi: بڠكولو Aksara Ulu: ꥏꤷꥍꤰꥈꤾꥈ; bahasa Inggris: Bencoolen) adalah sebuah provinsi yang berada di pulau Sumatra, Indonesia.Ibu kota provinsi Bengkulu adalah kota Bengkulu.Provinsi ini terletak di bagian Barat Daya Pulau Sumatra, yang berbatasan dengan provinsi Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan dan Lampung di wilayah sekitarnya.
15 Danau Sentai, Papua Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. teluk ini jiga terdapat banyak warung dan restoran menyajikan menu makanan laut disamping kios penjual souvenir khas laut. Benteng Pendem diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa
TamanLaut 17 Pulau Riung: Singgah untuk Melihat Kelinci Laut Raksasa Merah Tahun 1995, Ngada di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur sempat masuk dalam tentative list UNESCO sebagai world heritage karena masyarakatnya memiliki kebudayaan yang menarik dan khas.
BentengRaksasa di Bawah Laut Papua Ilustrasi Benteng Raksasa di Bawah Laut Papua Sebuah penampakan yang menyerupai benteng raksasa yang berada di bawah laut Papua sempat ditangkap oleh satelit luar angkasa. Namun kebenaran akan adanya Benteng raksasa itu masih menjadi misteri hingga kini.
Sebutsaja Gubernur Belanda saat itu adalah W.H. van Ossenberg, mengusulkan penguatan benteng dengan cara membangun benteng lebih permanen agar lebih menjamin keamanan. Dilansir dari museumindonesia.com, benteng ini mulai dibangun pada tahun 1767, di bawah pengawasan seorang ahli ilmu bangunan dari Belanda yang bernama Ir. Frans Haak. Faktanya
selamatdatang di berita kesehatan tubuh channel saluran yang akan menyajikan mengenai video vedio desitinasi dan selamat menonton!!!!
Saksaywamanmerupakan semacam benteng di Cusco, Peru yang dibuat dengan menumpuk batu tanpa campuran semacam semen. Pada tahun 2013, ilmuwan di Israel menemukan struktur batu besar di bawah laut Galilea. Monumen itu yang dibuat dengan banyak batu raksasa, ditumpuk satu sama lain dengan berat 60 ribu ton dan tinggi 10 meter. Belum diketahui
BentengTore dan Tahula masih berada dalam satu kompleks yang berdekatan. Benteng yang masih kokoh tersebut dibangun oleh bangsa Spanyol pada 1610 dan menjadi properti pertahanan hingga 1662 sebelum Belanda menyerang. Dari atas benteng ini, kamu akan disuguhkan pemandangan laut pemisah antara Pulau Tidore, Pulau Halmahera, dan Kota Soasio.
Salurandi YouTube bernama Flat Earth Arab menemukan tembok misterius ini, saluran tersebut mengklaim bahwa tembok besar ini melintangi samudera puluhan ribu
Pejabatpemerintah di Papua mengungkapkan dugaan pemalsuan izin-izin proyek perkebunan sawit ratusan ribu hektar di Papua. Kawasan diduga berizin palsu ini dibuka para investor yang tersembunyi di balik tirai perusahaan anonim yang akan membangun perkebunan sawit dengan cakupan area lebih dari empat kali luas daratan Jakarta. Proyek perkebunan sawit berskala raksasa itu kini []
vBE2b. Fort Bourtange, benteng bebentuk bintang di Belanda. AMSTERDAM - Fort Bourtange adalah sebuah benteng unik berbentuk bintang yang terdapat di Desa Bourtange, Groningen, Belanda. Pada abad ke-15, benteng ini awalnya berbentuk segitiga, bertujuan untuk menutupi pertahanan pasukan satu sama Fort Bourtange memiliki parit yang lebar. Untuk menangkal bom api dari meriam musuh, tembok benteng ini dibuat lebih rendah dan lebih tebal, serta dilindungi lapisan bernama glacis di depan paritnya. Benteng ini kemudian menjadi sangat populer, sehingga desainnya diadopsi negara-negara lain, seperti India dan dari Amusing Planet, Sabtu 14/4, benteng Fort Bourtange dibangun pada 1953 atas perintah pimpinan Belanda, William I. Benteng ini memantau pertahanan Jerman dan Kota Groningen yang dikendalikan oleh Spanyol pada masa perang yang lamanya mencapai 80 ini berbentuk bintang penuh pada 1593 dan dikelilingi oleh danau. Pada 1851, Kota Bourtange berubah menjadi desa. Lebih dari 100 tahun kemudian pada 1960, pemerintah setempat memutuskan untuk mengembalikan bentuk benteng tua itu ke penampilan aslinya ala tahun 1740-1750 dan dijadikan museum sejarah. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Selama beribu tahun, orang-orang banyak menciptakan legenda atau berbagai peradaban yang hilang. Kita tentu sering sekali mendengar bukan jika ada kota-kota yang lenyap dalam semalam karena peristiwa gempa bumi atau banjir besar yang melanda. Dengan bukti-bukti sejarah yang ada, hal ini tentu membuat sebagian orang percaya, namun sebagian lain juga masih skeptis. Salah satu yang masih menjadi misteri adalah sebuah tembok di bawah laut papua yang pernah terekam dalam Google Maps. Yap, pulau besar yang berada di benua Asia ini memang menyimpan banyak sekali teka-teki. Penasaran mengenai apa sih sebenarnya tembok tersebut? Yuk, simak ulasannya sampai habis ya! Terekam dalam Google Maps tetapi dihilangkan pada 2012 Google Maps tidak hanya menjadi penunjuk jalan bagi kita yang suka bepergian. Lebih dari itu, jika kita menelusuri dengan detail, kadang ada saja bagian nyeleneh dari peta ini. Seperti tembok yang ditemukan berlokasi di bawah laut Papua. Tembok ini ditemukan memiliki panjang 110 kilometer, sangat fantastis. Jika dilihat secara detail, ia menyerupai dinding atau tembok, sehingga orang-orang menamainya sebagai Jayapura Wall. Struktur mirip tembok [Sumber gambar]Anehnya, tidak ada yang tau siapa sebenarnya yang membangun tembok tersebut. Jika dilihat dari kehidupan masyarakat zaman dahulu, maka mustahil sekali mereka bisa membangun peradaban dengan hanya bermodal bambu, keris, sumpit, atau bahkan pedang. Jika memang benar ini sebuah tembok yang kokoh, maka dibutuhkan sebuah usaha ekstra untuk membuat ia tetap tegak hingga sekarang bukan? Cerita tentang masyarakat Papua di masa lampau Di masa lampau, Papua disebut sebagai daerah yang masih bersambung dengan benua Australia yang sekarang. Daratannya juga lebih luas dari yang kita saksikan sekarang. Hanya saja, wilayah kutub yang semakin lama semakin mencair membuat Papua tergerus dan terus menyusut. Selain luas, Papua juga digadang sebagai peradaban kaya dengan potensi alam yang luar biasa menguntungkan. Hamparan surga dan papua di masa lalu [Sumber gambar]Salah seorang penulis bernama Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War The Guerilla Struggle in Irian Jaya 1985, menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang. Selain kaya, konon ada sebuah peradaban yang maju di Papua. Bahkan meski terisolir di tengah belantara, mereka sudah punya penerangan yang memadai. Apakah tembok ini bekas peradaban yang hilang? Kalian tentu pernah mendengar istilah peradaban Atlantis yang hilang bukan? Meskipun hanya legenda, beberapa peneliti percaya bahwa Atlantis memang ada dan mecakup sebagian wilayah yang ada di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Dalam lansiran dari diungkapkan bahwa tembok ini boleh jadi dibangun oleh orang-orang dahulu yang pernah meninggali tanah Papua. Mereka menyebut dirinya sebagai bangsa Antarada. Ilustrasi Atlantis [Sumber gambar]Nah, penduduk ini punya ciri khas fisik yang kuat, kulit gelap, dan pekerja keras. Merekalah yang membangun bagunan mirip “beteng” awam benteng yang sekarang berada di bawah laut Papua. Namun, bangunan tersebut sekarang sudah tak bisa lagi dilihat karena sudah dihapus oleh Google Maps pada tahun 2012. BACA JUGA 7 Legenda Kota Misterius yang Hilang Ada banyak sekali misteri yang ada di dunia ini, termasuk benteng yang ada di bawah laut Papua ini. Entah memang peninggalan atlantis atau hanya hal unik yang terekam oleh Google Maps saja, masih belum diketahui dengan pasti.
Suara Denpasar - Publik di media sosial digemparkan dengan kabar penemuan tembok besar di bawah laut Papua. Kabarnya tembok ini memiliki panjang 110 kilometer dengan tinggi meter serta lebar meter. Tembok ini ditemukan di sebelah utara laut pulau Papua yang kini dikenal dengan sebutan Jayapura Wall atau tembok Jayapura. Melansir dari kanal Youtube Sakral Channel pada Rabu 10/5/2023, penemuan tembok raksasa tersebut ditemukan oleh para Ilmuan beberapa tahun lalu. Baca JugaViral! Momen Luar Biasa Perjuangan Bawa Ibu Hamil Dirujuk ke Rumah Sakit di Pelosok Papua Banyak yang meyakini bawa tembok besar itu merupakan saksi peradaban manusia di masa lalu. Jika dilihat lebih detail, struktur tembok itu lebih menyerupai sebuah bangunan yang sangat fantastis. Hal itu karena bentuk tembok tersebut terlihat seperti dinding yang membentang secara sempurna sepanjang ratusan kilometer. Dengan tinggi fantastis mencapai meter, tembok Jayapura tersebut bisa dibilang tingginya sudah melebihi dengan tinggi dua kali lipat gedung Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Sampai saat ini, tembok raksasa itu masih belum diketahui tentang kapan berdirinya tembok besar tersebut. Baca JugaBentrok Dengan Ormas Reaksioner, Aliansi Mahasiswa Papua Bali Beberkan Kronologi Ricuhnya Aksi May Day Banyak yang menghubungkan tembok ini dibangun oleh peradaban manusia raksasa di masa lalu. Namun, ada pendapat dari ilmuan bahwa manusia di masa lalu mustahil membangun tembok besar yang luar biasa itu. Alasannya, manusia di masa lalu dinilai masih hidup dengan cara primitif yang jauh dari teknologi. Lebih mengejutkannya lagi, temuan ini sempat dapat dilihat melalui Google Maps. Namun setelah temuan ini viral dan mendapat perhatian banyak dari masyarakat, tiba-tiba struktur tembok besar itu dihilangkan dari Google Maps pada 2012 lalu. Sampai saat ini, tidak diketahui apa alasan sebenarnya mengenai dihapusnya tembok besar itu dari Google Maps. Selain misterius, warganet bahkan sampai menghubungkan penemuan tembok raksasa tersebut dengan tanda-tanda kiamat. “Dinding ya’juz dan Majuz,” ujar akun Aan Suhendra. “Subhanallah tembok yakjuj dan makjuj,” ujar akun MY TRUMPET. “Spertinya Atlantis memang bner2 di Indonesia,” ujar yang lainnya. */Ana AP